SOLUSI MEMINIMALKAN TAWURAN ANTARPELAJAR

Ironis sekali, kaum pelajar masa kini malah petantang petenteng memasang badan yang katanya sih demi menjaga nama baik sekolahnya. Itukah yang dinamakan pelajar yang harusnya menggunakan otak terpelajar mereka ?. Tawuran sudah menjadi hal yang sangat lumrah terjadi, benar benar sangat ironis.

JAKARTA, KOMPAS.com – Lokasi sekitar Jalan Minangkabau-Jalan Saharjo, menurut warga sekitar, sering menjadi arena tawuran antarkelompok pelajar. Bahkan, salah satu sudut persimpangan tersebut kerap menjadi tempat berkumpulnya pelajar SMA.

di atas merupakan kutipan dari media sosial yang menjelaskan bahwa arena tawuran pelajar istilahnya sudah ditetapkan

Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.

Secara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Pada delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, mereka bangga kalau dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya.
Sangat disayangkan para generasi muda yang harusnya menuntut ilmu untuk masa depannya malah berkelahi dengan taruhan nyawa, mungkin ini beberapa cara untuk meminimalisasi aksi tawuran pelajar.

Sanksi tegas harus diberikan untuk pelaku yang terlibat tawuran sehingga membuat efek jera kepada pelajar tersebut.
Pihak sekolah harus lebih meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya
Keluarga berperan penting dalam membangun individu, jadi luangkanlah waktu untuk anak
Pihak berwajib harus sering mngadakan patroli di daerah yang rawa terjadi tawuran
Selain dukungan yang baik, contoh yang baik pun sangat diperlukan. Karena mau menghimbau atau bahkan bertindak sekalipun tidak akan digubris, jika tidak disertai dengan contoh yang baik dari sang penghimbau maupun penindak itu sendiri. Buktinya tawuran terus terjadi karena ada contoh dari penghimbau atau penindak, meskipun tawurannya berbeda versi atau dimensi.
Jadi sebelum atau kalau mau menghimbau dan bertindak, cobalah untuk memberikan contoh yang baik terlebih dahulu.

Kita semua tentu berharap, kejadian-kejadian tawuran baik dikalangan pelajar, mahasiswa dan warga tidak terulang kembali di waktu yang akan datang. Mungkin itu beberapa hal yang singkat tetapi mudah mudahan membantu untuk menyelesaikan masalah ini.

sumber data : http://www.kpai.go.id
http://www.kompas.com

Tentang iqbalpratomo

laki-laki
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s